Ketulusan dalam mengabdi sering kali menghadirkan jalan kebaikan yang tak terduga. Kisah itu kini datang dari Zaenal Maarif, seorang tukang servis elektronik keliling asal Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yang mendapatkan hadiah umroh gratis berkat dedikasinya sebagai muadzin dan imam sholat di Musholla Al Mannar.
Sehari-hari, Zaenal berkeliling dari kampung ke kampung untuk memperbaiki berbagai perangkat elektronik milik warga. Dengan peralatan sederhana, ia melayani servis televisi, kipas angin, radio, hingga peralatan rumah tangga lainnya. Profesi tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi dirinya dan keluarga.
Namun di balik aktivitasnya sebagai teknisi keliling, Zaenal dikenal masyarakat sebagai sosok yang istiqomah menghidupkan musholla. Selama bertahun-tahun, ia rutin mengumandangkan adzan dan memimpin sholat berjamaah di Musholla Al Mannar, Desa Jarak.
Warga sekitar mengenal Zaenal sebagai pribadi sederhana, ramah, dan penuh kepedulian terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya. Meski harus bekerja sejak pagi hingga sore hari, ia tetap menyempatkan diri hadir di musholla untuk menjalankan tugas sebagai muadzin dan imam.
Ketulusan tersebut rupanya menarik perhatian Budi Harianto, seorang pengusaha yang tergerak untuk memberikan apresiasi atas pengabdian Zaenal kepada masyarakat dan tempat ibadah.
Melalui kepeduliannya, Budi Harianto memberikan hadiah perjalanan umroh gratis kepada Zaenal sebagai bentuk penghormatan atas istiqomah dan dedikasi yang selama ini dijalankan tanpa pamrih.
Keberangkatan umroh itu akan dilaksanakan bersama travel umroh Lintas Persada Tours & Travel, yang selama ini dikenal melayani perjalanan ibadah umroh bagi jamaah dari berbagai daerah.
Momen haru menyelimuti keluarga dan warga sekitar ketika kabar keberangkatan umroh tersebut tersebar. Banyak warga mengaku ikut bahagia karena sosok sederhana seperti Zaenal akhirnya mendapatkan kesempatan untuk beribadah ke Tanah Suci.
Bagi masyarakat Desa Jarak, kisah Zaenal menjadi pengingat bahwa pengabdian tulus tidak pernah sia-sia. Ketekunan dalam bekerja serta konsistensi menjaga ibadah dan pelayanan kepada umat dapat menghadirkan keberkahan dalam hidup.
Zaenal sendiri mengaku bersyukur atas hadiah yang diterimanya. Ia tidak menyangka profesi sederhana yang dijalani setiap hari serta rutinitasnya di musholla mampu mengantarkannya menuju Baitullah.
Kisah ini juga menjadi inspirasi bahwa penghargaan terhadap sosok-sosok yang menghidupkan tempat ibadah perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat. Sebab, keberadaan muadzin dan imam memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan spiritual warga.

